Ide Terbaik untuk Liburan Seru di Rumah Bersama Anak

Ide-ide ini disarikan dari berbagai sumber. Sifatnya inspiratif saja, semoga kita semua terus termotivasi untuk berkegiatan bersama anak. Tidak perlu mahal, tidak perlu pergi, agar mereka punya kenangan yang indah di rumah bersama keluarga selama liburan.

 

Masak Bersama

Anak-anak biasanya suka sekali memasak. Ingin memotong atau menggoreng seperti yang dia sering lihat dilakukan orang dewasa. Carilah menu yang aman dan enak sekaligus menyenangkan. Cari tahu tingkat toleransi Anda terhadap keberantakan dan pilih menu yang sesuai. Menurut saya menu di bawah ini cukup mudah dibuat, aman, enak, sehat, dan menyenangkan. Pisau yang digunakan bahkan tidak perlu pisau tajam. Cukup pisau kue atau pisau mentega dan usahakan pisang yang dipotong pun tidak keras.
Perkenalkan mereka tentang urutan memasak, apa saja yang berbahaya dan harus dilakukan dengan hati-hati, bahkan juga tentang manfaat dan gizi pisang serta cokelat. Asyik kan? Sepertinya anak usia 3,5 tahun pun sudah bisa diajak melakukannya.

Menu Pisang Selimut Cokelat karya Mbak Ety membuat kita langsung ingin praktik juga di rumah
Baca selengkapnya di blog Mbak Ety.

Mencari Pita Di Kebun/Taman

“Buatlah permainan mencari pita di taman. Ikatkan pita-pita tersembunyi di pohon-pohon, lalu anak yang mengumpulkan pita terbanyak akan mendapat hadiah.”

Itu adalah satu dari beberapa ide liburan yang ditulis di sini.

Saya tertarik karena dari sekian banyak ide petualangan yang dekat rumah, tampaknya ini paling mudah dan menyenangkan. Bayangkan pita warna warni yang indah diikat di tanaman. Ini juga tampaknya bisa dilakukan anak usia 3 tahun. Sementara mencari harta karun yang lebih rumit mungkin bisa untuk anak yang lebih besar. (Misalnya mencari benda-benda dengan deskripsi tertentu). Hadiahnya mungkin bisa berupa snack favoritnya.

 

Tembok Kekuasaan

“Buatlah sebuah “tembok kekuasaan” untuk si kecil. Di halaman belakang misalnya. Khususkan tembok itu sebagai ajang kreativitasnya. Nah, kali ini, ajaklah si kecil untuk bermain jejak-jejak di dinding.”
Kutipan ini diambil dari artikel ini.

Betul bahwa anak-anak senang sekali mencoret bukan pada kertas, menggambar bukan pada papan tulisnya. Dinding, sofa, tempat tidur, baju, menjadi sasaran mereka. Karena kebetulan di belakang rumah ada bagian dari pagar yang belum dihaluskan. Jadi terpikir untuk mengadaptasi ide itu dan membuat sebagian dari tembok tersebut menjadi tembok kekuasaan mereka. Asyik sepertinya kan bisa mencoret dan melukis di tembok tersebut sebebasnya. Kebetulan Rafa, 4,5 tahun menunjukkan ketertarikan dengan cat tembok dan ingin punya kesempatan mengecat. Jadi tembok kekuasaan ini bisa dijadikan proyek liburan.

 

Berkemah

Kalau ini sih impian banget. Tapi memang butuh modal tenda, lalu mungkin sleeping bag, kompor gas kecil, dan lain-lain. Juga halaman yang cukup besar jika ingin berkemah di rumah. Sepertinya ini harus dijadikan wish list liburan yang suatu saat harus dipenuhi. Hehehe.

“Bisa dilakukan di bumi perkemahan atau sekedar di taman rumah. Ajak saudara atau teman seusia balita. Ajak mereka mendirikan tenda, memasang tikar, menyiapkan makanan. Berkemah akan melatih anak bekerja-sama, mengenal lingkungan, menghadapi dan memecahkan masalah, misalnya, menghadapi angin yang masuk lewat jendela tenda.”
Kalimat di atas saya kutip dari website ayahbunda

Nah, karena liburan akhir tahun sudah dimulai, ayo rencanakan kegiatan bersama anak yang menyenangkan.

My First Bento

Sudah lama kepingin belajar membuat character bento alias charaben/kyaraben/karaben. Tampaknya mudah dan banyak tutorialnya di youtube, namun tetap saja feel-nya beda dengan jika belajar langsung. Eh, pucuk dicinta ulam pun tiba, mendadak teman menawari satu kursi yang tersisa untuk kursus bersama. Karena lokasi rumah yang mengadakan kursus tidak terlalu jauh dari rumah, langsung deh daftar.

Ternyata benar, saat melihat praktiknya langsung dari sang guru dan mencoba sendiri, langsung terasa mudahnya. Bentuk lebah, bentuk kodok, jadi dalam sekejap. Bonusnya pisau bento dan gunting nori. Waw. Dalam hati sudah berniat saat ada rezeki bulan depan akan membeli nori punchernya juga.

Begitu membawa hasilnya ke Rafa, dia tampak kagum Mamanya bisa membuat makanan jadi lucu. Hehehe. Dia pun menghabiskan satu kodok. Melahap selada dan wortelnya, menyantap sosisnya. Malamnya dia berkata, “Terima kasih Mama sudah menjadi koki hari ini.” Hihihi. Ini dia tampilannya.

Image

Karena di TK Rafa hanya ada waktu makan snack alias camilan, tentu tidak perlu sesulit bento nasi seperti yang dipelajari *alasan*. Tapi setidaknya aku jadi lebih sering kreatif mengusahakan tampilan camilannya menarik ketimbang hanya meletakkannya begitu saja di tempat bekal. Sementara belum punya cetakan apa-apa ya bermodal pisau saja. Mobil yang dipikir makhluk bermata dua, mobil yang dibilang gak bagus karena ga ada spionnya, bus transjakarta yang kata Rafa ga jelas mana depan mana belakang karena *lagi-lagi* tanpa spion, dan macam-macam lainnya. Terlepas dari segala protesnya, dia ternyata selalu menghabiskan bekal yang dihias seperti itu. Senangnya!

8 Jenis Obat yang Berbahaya untuk Anak

Dengan adanya peningkatan kesadaran orangtua terhadap perlunya RUM atau Rational Use of Medicine, sebagian besar jenis obat yang dulu digunakan untuk sakit ringan pada anak sebenarnya sama sekali tidak diperlukan. Namun demikian, jika sampai obat dibutuhkan, ada 8 jenis obat yang harus Anda waspadai dengan sungguh-sungguh karena menyangkut keselamatan anak Anda.

Aspirin

Jangan pernah memberi balita Anda obat yang mengandung aspirin. Aspirin bisa membuat anak-anak rentan terkena Reye’s Syndrome, penyakit langka yang sangat fatal. Hati-hati terhadap obat-obatan lain yang dijual bebas, baca komposisinya dengan teliti karena bisa saja di dalamnya mengandung aspirin yang terkadang disebut sebagai salisilat (salycylate) atau acetylsalicyc acid.

Obat anti-mual

Jangan berikan anak Anda obat anti mual jenis apa pun, kecuali direkomendasikan oleh dokternya. Anak-anak seringkali hanya muntah beberapa kali untuk mengeluarkan apa pun yang membuat badan mereka tak enak dari sistem tubuh mereka. Muntah adalah cara tubuh menyingkirkan sesuatu yang tak mereka butuhkan. Namun, jika anak Anda mulai tampak dehidrasi, segera hubungi dokter anak untuk menanyakan tindakan selanjutnya.

 Obat orang dewasa

Memberi anak Anda dosis kecil dari obat yang Anda beli untuk diri Anda sendiri sangatlah berbahaya. Jika labelnya tidak mengindikasikan dosis untuk anak-anak, jangan berikan obat itu kepadanya.

Obat sisa

Antibiotik sisa yang pernah diresepkan oleh dokter anak Anda untuk infeksi telinga, tak akan efektif digunakan saat anak Anda menderita flu lagi. Obat yang diresepkan untuk orang lain atau untuk mengobati keluhan lain bisa tidak efektif atau bahkan berbahaya jika diberikan pada anak Anda. Berikan kepadanya hanya obat yang diresepkan untuknya dan untuk jenis keluhan kali itu saja.

Apa pun yang kadaluarsa

Buang semua jenis obat-obatan begitu masa berlakunya habis. Setelah masa kadaluarsa, obat tidak akan efektif dan bahkan bisa beracun. Namun jangan buang di toilet atau ke saluran air lainnya, karena bisa mengontaminasi air tanah dan masuk ke dalam persediaan air minum. Cara membuang yang baik adalah masukkan dalam wadah rapat yang tak bisa dibuka anak-anak dan buang ke tempat sampah.

Asetaminofen ekstra

Banyak obat flu dan batuk yang dijual bebas mengandung asetaminofen untuk meredakan demam dan nyeri, jadi hati-hati untuk tidak menambahkan penghilang nyeri ekstra untuk anak Anda.

Ibuprofen saat anak Anda sedang muntah-muntah

Jika balita Anda dehidrasi atau muntah terus menerus, jangan beri dia ibuprofen, karena bisa mengiritasi organ perut. Beberapa jenis bahan kimia, termasuk juga obat-obatan, dapat memicu tombol “muntah” di otak sehingga sebaiknya hindari sebagian besar obat jika anak Anda sedang muntah.

Tablet kunyah (chewable)

Hindari obat dalam bentuk tablet kunyah jika anak Anda masih di bawah 3 tahun karena tablet itu berisiko membuat anak Anda tersedak.

Jadi, jangan lupa untuk selalu kritis terhadap obat yang diberikan dokter pada anak Anda dan jangan ragu untuk menanyakan kepada dokter atau apoteker jika Anda meragukan keamanan sebuah produk obat atau suplemen anak.

(Sta/diterjemahkan bebas dari http://www.babycenter.co.uk)

Hari Pertama Bersekolah

Hari pertama selalu spesial. Menyiapkannya juga tidak main-main. Beberapa hal yang kulakukan:

1)      Karena Rafa suka hal-hal berbau tentara, aku memberinya kejutan berupa ransel doreng, langsung dari toko di dekat daerah marinir, Cilandak. Dia sangat menyukainya.

2)      Membicarakan/membayangkan bersamanya betapa menyenangkan perjalanan sekolah. Karena Rafa suka alat transportasi, kami membelikannya helm khusus untuk naik motor ke sekolah.

3)      Membujuknya supaya mau sekolah karena untuk menjadi pilot pesawat tempur seperti cita-citanya, dia harus melewati jenjang sekolah.

4)      Menjanjikannya hadiah setelah seminggu pertama sekolah. Hehehe ini tidak tahu boleh atau tidak sih ya. Namun, sepertinya cukup masuk akal memberinya reward setelah seminggu beradaptasi.

Setiap anak pasti berbeda pendekatannya. Tapi memahami kesukaan dan sifat anak menjadi sangat krusial. Kita harus tahu perubahan sikapnya saat dia sedang marah atau kesal, kita harus tatahu dalam situasi apa dia merasa tidak nyaman, dan yang paling utama, buat dia bisa mengungkapkan perasaannya. Rafa termasuk yang sulit bicara soal perasaan. Tapi aku terus berusaha mengenalkannya pada beragam emosi, misal: marah itu seperti apa, sedih itu bagaimana, dan sebagainya. Juga katakan kepadanya saat kita merasa bangga padanya, sedih dan marah karena perbuatannya, dan lain sebagainya.

Hasil perbincanganku dengan Rafa selama hari-hari pertama sekolahnya adalah dia merasa takut ditinggal. Sehingga seringkali melongok ke luar hanya untuk melihatku masih di situ. Tapi ketegasan ternyata bagus juga karena gurunya tidak membolehkan dia terus menerus merasa khawatir (beri dia batasan waktu yang jelas sedari awal), akhirnya dia bisa juga mandiri. Kalau kata salah satu bunda yang mengajar di kelas: Good Job, Rafa!

Image

Apakah Anakku Sudah Siap Sekolah?

4 Tahun! Sepertinya ini merupakan salah satu milestone umur yang spesial. Di usia ini orangtua harus memutuskan apakah anak siap bersekolah atau belum. Seperti apa sekolah yang cocok baginya? Apakah homeschooling lebih baik? Segenap pertanyaan itu juga sempat menyerangku. Akhirnya aku dan suami memutuskan untuk survei sekolah dan mencatat reaksi Rafa.

Kriteria sekolah yang kami sepakati:

1)     Jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. Jika naik kendaraan umum tidak sampai 30 menit lamanya.

2)     Tidak menugaskan PR pada anak TK

3)     Cara mengajarnya menyenangkan

4)     Tempatnya luas dan ada ruangan terbuka untuk bermain di luar

5)     Tidak memaksakan baca tulis hitung pada anak TK. Sekadar pengenalan huruf dan angka tidak apa-apa.

6)     Sesuai budget.

7)     Rafa tampak senang saat survei.

Kelihatannya mudah sekali. Tapi ternyata reaksi anak usia 4 tahun tak bisa ditebak. Sebelumnya kami sudah mempertimbangkan homeschooling namun tampaknya kurang realistis mengingat aku dan suami bekerja. Lalu, kami juga sepakat jika belum ada yang sesuai harapan atau jika reaksi Rafa sangat keras menolak, kemungkinan kami akan menunda satu tahun lagi.

Bagaimana pun juga di sebuah seminar aku pernah mendengar bahwa usia ideal anak bersekolah sebenarnya adalah saat dia sendiri yang meminta. Sementara dengan Rafa, setiap kali di-sounding dengan istilah sekolah dia selalu menjawab “tidak mau”. Namun, di sisi lain, kami melihat kegiatan Rafa sehari-hari yang sepertinya monoton dan kurang memberi dia stimulus. Kami juga melihat bahwa dengan anak tetangga yang sebaya, Rafa sudah mulai senang bermain bersama. Bahkan seringkali punya keinginan untuk main ke rumahnya, atau ingin ikut keluar saat melihatnya main di luar, dan semacamnya.

Akhirnya kami mensurvei 6 sekolah yang tampak potensial. TK Marinir Cilandak (pilihan Rafa karena di depan jalannya ada tank), TK Citra Alam Ciganjur, TK Sekolah Alam Indonesia, TK Smart School, TK Al Azhar Syuhada, dan TK Early Step. Semuanya berlokasi di daerah dekat Jagakarsa, Jakarta Selatan. TK Marinir adalah yang paling konvensional. Namun keberatan kami ada dua, yakni jarak yang tak terlalu jauh itu ternyata makan waktu tempuh hampir 1 jam di pagi hari karena melalui arus macet, lalu pelajaran agama yang kebetulan saat survei kami intip juga agak keras. TK Early Step mengusung metode montessori yang menarik dan tidak berbasis agama tertentu. Al Azhar Syuhada bagus namun kualitas ruang kelas dan mainannya tampak agak menyedihkan. Smart School dan Sekolah Alam Indonesia sangat mengundang selera, namun sudah fully booked. Tampaknya yang dua ini sekolah favorit. Yang paling menggiurkan pada akhirnya adalah TK Citra Alam. Lokasinya, metode pengajarannya, dan ternyata meski Rafa tetap bersikeras ingin bersekolah di TK Marinir, hanya di Citra Alamlah kami lihat dia mau bicara pada guru. Di semua sekolah lain setiap kali kami bertanya ini itu dan mengobrol dengan guru, Rafa sama sekali tidak mau bertanya atau menjawab langsung. Gayanya malu-malu. Sementara di Citra Alam dia mendadak berani bercanda dengan sang kepala sekolah, Yanda Imron. Apa mungkin juga karena di tempat lain guru yang kami temui selalu perempuan, ya?

Akhirnya setelah periode galau dan diskusi, kami sepakat untuk mencoba Citra Alam. Semata-mata based on reaksi Rafa di sana, tentu juga karena ia memenuhi semua kriteria tadi. Kami pun meyakinkan Rafa dengan berbagai cara. Membujuk, mengutarakan alasan rasional, merayu, hehehe. Akhirnya kami juga beberapa kali mendatangi sekolah tersebut dan menyampaikan beragam imajinasi menyenangkan tentang sekolah. Saat akhirnya Rafa berkata, “ya” dan mau mencobanya, aku lega sekali.

Image

Sekarang sudah bulan keempat Rafa bersekolah dan alhamdulillah “hanya” butuh waktu 1 hari menunggu di dalam kelas, 1 hari di luar kelas, 1 minggu di saung sekolah (15 meter dari kelas), dan 1 minggu ditunggui omanya di saung tersebut. Terkadang dia malas sekolah dan ada hari-hari penuh perjuangan membujuknya sekolah, namun relatif tanpa tangis heboh dan teriakan. Salah satunya karena kegiatan sekolahnya selalu beragam dari hari ke hari sehingga dia terus penasaran. Mengingat sifat Rafa yang sensitif, hal sederhana ini sudah sangat melegakan. Mudah-mudahan dia terus semangat bersekolah.🙂 Amiin.

Saat Balita Anda Pilek

Hehe judulnya kayak artikel serius ajah. Mau sharing doang sih sebenarnya soal pilek ini. Paling sering menyerang apalagi kalau cuaca lagi panas-hujan ga menentu. Virus di mana-mana. So far berdasarkan pengalaman yang sedikit ini, resep manjur buat anak yang pilek adalah:

-ke dokter yang ga suka kasi obat, hehehe maksudnya hanya buat cek apakah ini pilek biasa, apakah lendirnya sampai ke paru-paru, apakah sudah radang tenggorokannya, dll dll. Kalau feeling kita anak ini pilek biasa tp dokternya ngasi puyer yang isinya lebih dari 2 obat, mending ga usah ditebus dan cari second opinion ke dokter anak lain.

-kalau pilek biasa, berarti jangan kasi obat apa2 kecuali parasetamol sirup/tetes saat dia demam tinggi atau saat dia ga nyaman banget *misal rewel susah tidur*. Kalau hanya sumeng, atau 2-3 kali terbangun di malam hari tp ga nangis, ga usah dikasi parasetamolnya juga.

-aromaterapi eucalyptus atau peppermint. Enak banget bikin hidung agak lega dan tidur lebih nyenyak.

-balsem transpulmin khusus bayi—kalau ga alergi ya—di dada, punggung.

-fisioterapi sendiri dengan menangkupkan tangan seperti mangkuk dan menepuk-nepuk dada, punggung, dan sisi tubuhnya, tujuannya agar lendir terlepas. Kalau bisa posisi anak kepala lebih rendah. Kitanya duduk bersimpuh lalu letakkan anak di situ tengkurap dan telentang, kakinya mengait di pinggang kita.

-pijat ringan kedua sisi hidung ke arah tulang pipi agar pernapasan lebih lega.

-banyak minum air hangat atau cairan apa pun yang ga terlalu dingin *kalau masih di bawah enam bulan cukup ASI saja*

-banyak minum air madu *kalau sudah di atas satu tahun*

-kalau bisa tambah air zam-zam *ini tip dari salah seorang pakar thibunnabawiy*

-usahakan makan yang bergizi, meski dia pasti susah disuruh makan, hehehe. Kasih yang enak-enak deh pokoknya

-tambah suplemen vitamin dan atau suplemen penambah imunitas khusus anak kalau perlu

-sabar menanti sembuh, kalau batuk bisa sampai sebulan. Asal tidak sesak napas atau menunjukkan gejala lain yang mengkhawatirkan, ya.

-kalau muntah sesekali bisa jadi dia memuntahkan dahak. Jadi tidak apa2.

Demikian kira-kira, semoga membantuu … ^_^

6 Mainan Terbaik untuk Balita

Banyak sekali mainan lucu, teether, rattle, stacking block, dan lainnya yang tersedia sehingga membuat para Ibu ngiler kepingin membelinya. Tentunya karena kelebihan yang tertera di mainan tersebut, misalnya, akan menstimulasi indra ini dan itu, mencerdaskan, dan lain sebagainya. Namun ternyata dari pengalaman saya memiliki dua anak laki-laki, hanya benda-benda inilah yang bertahan lama, tidak cepat rusak, bisa dipakai adiknya, dan bisa membuat mereka menghabiskan waktu yang asyik serta aktif bergerak dan bermain.

1)      Wheel. Karena baby walker sudah tidak disarankan lagi mengingat faktor risikonya yang besar, fungsi latihan berjalan ini bisa digantikan oleh mainan yang bisa dinaiki plus didorong. Bentuknya beraneka ragam, dari truk sampai hewan. Anak bisa mendorongnya, bisa juga menaikinya dan belajar menggerakkannya dengan kaki. Dia pun dijamin akan semakin percaya diri belajar berjalan.

2)      Sepeda tanpa Pedal alias Training Bike. Saat wheel sudah tampak kekecilan, mulailah berpikir untuk membeli benda yang satu ini. Cara memainkannya tak beda dengan wheel tapi sudah mengandung tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Anak akan belajar tentang keseimbangan. Dan ini merupakan modal dasar yang penting untuk bisa naik sepeda betulan nantinya.

3)      Mainan plastik tahan banting. Terbuat dari plastik yang aman, ringan, keras, tapi tidak bersudut tajam. Tidak bisa dipreteli sama sekali. Bisa dilempar, dibanting, dibasahi, tanpa mengalami kerusakan. Paling hanya baret-baret, tapi bahkan warnanya pun tidak akan pudar karena bukan menggunakan sistem cat. Saya menemukan mainan ini dalam beraneka bentuk: mobil, pesawat, kapal.

4)      Buku Hardboard. Pilih buku dengan cerita yang dekat dengan anak. Bisa jadi sesuatu yang dia sukai maupun yang mengandung nilai yang ingin kita tanamkan. Anak saya yang pertama tertarik pada kisah apa pun tentang alat transportasi. Anak kedua suka segalanya tentang hewan.

5)      Clothbook HandPuppet. Kakak saya memberi kado anak saya benda ini. Buku kain berbentuk sapi yang bisa juga dijadikan boneka tangan. Wow. All in one jadinya. Sehabis membaca bisa bermain interaktif. Mungkin tipe seperti ini lebih sulit didapat. Maka handpuppet alias boneka tangan biasa pun sudah merupakan benda sangat menarik. Koleksi beragam bentuk agar bisa membuat drama sendiri. Kadang-kadang bahkan menyuarakan

6)      Bola. Bola kecil. Bola besar. Bola plastik. Bola kain. Bola karet. Apa pun yang penting bundar dan terbuat dari bahan yang aman. Bisa menjadi inspirasi main yang luar biasa. Dilempar, ditendang, ditangkap, digelindingkan, disembunyikan, dicari. Lengkap deh pokoknya.

Demikian 6 mainan terbaik untuk balita versi saya. Bagaimana dengan versi Anda?