kelahiran dan kehilangan

27 maret 2009

Di hari aku meng-sms teman-teman, sodara, dan beberapa kenalan mengenai kelahiran anak pertamaku, di hari itu juga aku dapet jawaban sms dari sahabatku sedari SMA. Bunyinya setelah mengucap selamat padaku kira-kira begini, “Aku sekarang bedrest di RS, air ketubanku pecah. Doakan agar bayiku selamat ya …” Walaaaah …. Seingatku kehamilannya masih di bulan keempat. Tak jadi berlama-lama deh aku mengasihani diriku yang udah 3 hari diinduksi dan akhirnya–setelah mengalami *amit-amiiit* sakit-yang-sulit-dideskripsikan-kembali sampai bukaan 10–dioperasi Caesar juga. Padahal tadinya aku dah merasa sebagai ibu paling menderita sedunia hehehe ….
Membaca sms itu sediiiiih banget rasanya dan tiba-tiba merasa ga boleh mengeluh dan harus sangat bersyukur karena meski proses hari H-nya tak mudah, toh kehamilan kulalui dengan lumayan lancar, dan Rafa pun sudah lahir dengan selamat, tak kurang apa-apa.

Lalu berjalanlah hari dengan cepat … diwarnai banyak air mata yang kemungkinan karena sedikit baby blues (yang akhirnya mulaireda dengan bilang pada diri sendiri, “hei, bayi memang tambahan dalam hidup, tapi ga berarti kehidupan jadi ga normal, lho!” dan dengan begitu harus menyempatkan diri nonton acara gosip di pagi dan sore hari, he he he, yup, instead of di kamar mulu menghitung menit demi menit menanti Rafa nangis dan stres menebak apakah dia: 1) pipis, 2) pup, 3) lapar, 4) kedinginan, 5) pengen digendong ….). Di hari ke-24, di saat Rafa dah lengkap: dibotakin, disunat, dipotongin kambing, lepas pusar … aku mulai dipusingkan dengan masalah besar: kenapa sih si Rafa ini selalu menangis keraaaas banget (ampe jerit2 dan nahan napas dan muka merah) setiap kali dimandiin, diganti popok, lapar, apa aja deh … khususnya sama aku … kalo digendong ayah atau neneknya kok diam dan bisa tidur sih … sebel kaaan?? Di saat aku merasa sebagai ibu paling ga becus sedunia, datang sms lagi dari sahabatku itu, kira-kira bunyinya gini, “Shin, tadi malam anakku ga bisa dipertahankan, sedih banget. Anakku laki-laki, cakep banget, hidungnya kayak aku. Tapi aku pasrah, Tuhan kasih yang terbaik. Kamu jaga kesehatan ya …” Whaaaat???
Hiks, lagi-lagi aku merasa sedih, ya ampuuuun, masalah anak bayi nangis aja pusing gitu lho … yang jadi ibunya siapa sih? Masa gitu aja bingung? Sementara sahabatku mengalami hal yang paling menyedihkan bagi seorang ibu, kehilangan anak.

Dan beberapa hari sebelumnya juga ada teman lama yang mengalami hal menyedihkan itu … Anak perempuannya meninggal, kalau tak salah di usia 2 tahun. (Aku menantikan cerita dari Mba Rika mengenainya) … Trus di TV juga ada kabar mengenai bayi kembar siam di Ambon yang hanya bisa diselamatkan salah satunya. Dan kamera men-zoom tangan si bayi yang selamat sedang menggenggam tangan bayi yang telah meninggal itu, tetapi perut mereka masih melekat akibat secara medis belum bisa ditangani di Ambon.

Bukankah semua itu bikin kita jadi merenung? Sudah cukup bersyukurkah kita? Dan segala hal yang kita hadapi ini, sudahkah kita hadapi dengan senyum dan kesabaran? Buat yang sedang sedih, juga harus senyum dan sabar … karena bagaimanapun juga harus yakin Tuhan memberi yang terbaik. Buat yang sedang bahagia, apa lagi, wajib menghadapi hidup dengan segala persoalannya dengan senyum dan sabar, karena momen ini bisa saja terlewatkan dan kita ga bisa kembali.

A comment from Roostinah said,

yup. sometimes they knock our consious just like that and we see it just like that. alhamdulillah rasa syukur itu masih ada. menjadi ibu itu memang tidak mudah ya, aku dengar cerita sepupuku aja rasanya gimana gitu…
i think you have to be proud to yourself since you have become a mother. that’s a great step, a big responsibility and of course, alot of love.
cheeeerrss…girl

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s