mari membaca naskah

8 januari 2009

Akhir-akhir ini makin banyak naskah asli yang masuk. Kayaknya semua orang jadi semangat yak bikin novel, hehe. Mungkin terinspirasi Andrea dan Habiburrahman. Bagus juga sih. Secara di Amerika itu naskah yang masuk bisa mencapai ribuan, lho. Kita yang penduduknya banyak begini kok masih terhitung puluhan. Ya ga?

Tapi hasilnya aku juga yang pusing hihi. Dulu kalau masuk 1-2 naskah biasa kubaca sampai habis atau setidaknya sampai mendapat gambaran menyeluruh, lalu kalaupun hasilnya kutolak, akan kuberi alasan panjang lebar. Tujuannya biar si penulis bisa belajar dan menulis lebih baik lagi gitu. Tapi kalau sekarang waaaaah .. ga sempat! Masih pengen sih memberi saran, kritik, masukan, dll tapi apa daya semakin banyak naskah yang masuk semakin sedikit waktu yang bisa kusisihkan untuk menelaah sebuah naskah. Hmm mungkin kalau sudah lebih terasah kemampuanku menilai bisa aja ya membaca dalam waktu yang lebih singkat lalu menilai juga dengan cepat (tapi tepat).

Menjadi editor naskah asli memang punya kelebihan tersendiri. Gairah (caelaaa) atau semangat yang aku rasain kalau menemukan naskah oke dan mengolahnya itu benar-benar tak tergantikan. Mengolah di sini benar-benar menelaah, mengedit, membuang, menambah, dll sembari berdiskusi dengan penulisnya. Wah tapi lagi-lagi udah ga bisa jadi editor seperti itu sekarang hehehe. Dan sampai saat ini aku juga masih mencari editor-editor naskah asli dengan semangat serupa. Hmmm apa aku ganti profesi jadi agen penulis aja ya? Hihi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s