25 Most Influential Read

Gara-gara baca postingan Mbak Rahmadiyanti di multiply nih. Here’s my list.

  1. Serial Tini, punya sepupu saya, ilustrasinya so beautiful.
  2. Serial Noddy, Enid Blyton, punya tetangganya tante saya, lengkap banget. Tiap saya main ke tempat tante pasti nongkrong di rumahnya buat melahap koleksinya.
  3. Komik Tintin, seneng banget deh difilmin jadi keren. Ga sabar pengen nonton sekuelnya.
  4. Komik Donal Bebek, ini yang paling sering rebutan ama kakak, hihihi.
  5. Komik Nina. Pinjam di perpus sekolah saat SD. Dari sini muncul khayalan soal berkuda, balet, dan lainnya yang keren-keren.
  6. Majalah Bobo dan Pak Janggutnya. Lama sempat kepingiiin banget punya tempat tidur kayak Pak Janggut yang ada pintunya itu.
  7. Buku-buku cerita rakyat, yang tipis tipis ituu. Mami pasti bolehin kalo beli yang ini tiap ke toko buku saat SD.
  8. Komik Smurf, kau bisa mensmurf itu agar jadi smurf. Hihihihi. Kreatif!
  9. Komik Asterix, berkat penerjemahnya yang lucu banget plus ga bisa lupa gambar-gambar makanan yang disajikan tiap kali mereka pesta (tapi please deh ya babi hutan itu berbulu dan mengerikaaan, ga lucu kayak kalo mau dimakan sama si Obelisk)
  10. Komik Tapak Sakti, Tony Wong. Buku pertamanya Mami yang beli, eh saya yang keranjingan. Maklum dari kecil nontonin video seri Kun Fu terus. Sampai koleksi dan bahkan langganan tapi serinya ga habis-habis hehehe jadi capek nungguinnya. Sampai menginspirasi bikin dua jilid komik amatiran bersama kakak sebagai penulis scriptnya. Tokoh utamanya adalah Wang dan Po Long, lalu ada si Chen Tong (ini komik kung fu komedi kayaknya wakakak).
  11. Buku-buku Agatha Christie, yang paling pertama kukoleksi, Misteri Sittaford, dan yang paling suka adalah Empat Besar, disusul dengan buku2 lainnya, khususnya yang berjagoan Hercule Poirot. Dia detektif favoritku. Dengan pembahasan sel-sel kelabu otaknya yang keren hihihi.
  12. Serial Trio Detektif, bahkan sampai seri barunya saat itu yang bukan ditulis oleh Alfred Hitchcocknya pun dikoleksi.
  13. Buku-bukunya Sherlock Holmes. Kepingin deh bisa menebak begitu banyak hal hanya dari pengamatan mata. Ck ck ck.
  14. Komik Miss Modern, ketawa, nangis, sendirian di perpus daerah Biak gara-gara buku ini. Abis itu suka semua karya Kyoko Hikawa dan komik jepang lainnya.
  15. The Good Earth, Pearl S. Buck. Abis itu suka semua karya beliau dan mulai baca novel-novel “berat”.
  16. Serial Lima Sekawan, Enid Blyton. Siapa yang bisa lupa limun jahe dan biskuit mentega? Sekarang tiap mau bernostalgia beli sekaleng ginger ale, hihihi. Kalo biskuit panas diolesi mentega sih masih belom nyobain sampe sekarang. Penasaran, ih! Tapi saat baca seolah-olah bisa mencium aromanya di udara. Hahaha.
  17. Serial Winnetou and Old Shatterhand, waktu itu kayaknya kok belum alergi debu ya, inget banget baca ejaan lama dari seri ini dengan bau apak khas buku tua.
  18. Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain, Dale Carnegie. Hadiah ultah dari seorang tante. Nonfiksi yang sangat berpengaruh pada pola pikir saat mahasiswa dalam kaitannya dengan bersosialisasi.
  19. Beberapa buku Wiro Sableng, wakakaka yeah yeah ngaku deh. Bacanya sambil sembunyi-sembunyi nih. Hihihi. Siapa sih ya dulu yang minjemin ke saya? *nyalahin orang*
  20. Supernova, Dewi Lestari. Must read book waktu zaman kuliah. Soalnya jadi hype banget saat itu. Hihihi.
  21. Tetralogi Buru, Pramoedya. Pertama kali baca historical fiction karya novelis Indonesia dan tercerahkan dengan gaya bahasanya yang baru.
  22. Ca Bau Kan, Remy Sylado. Filmnya juga suka. Beberapa waktu lalu seneng banget bisa ngobrol beberapa kali dengan beliau di rumahnya yang unik. Bener-bener pakar sastra legendaris! Tapi beliau ramaaah banget dan kopinya kok enaaaak ya di sana. Hihihi. *bikin kangen bertamu lagi*
  23. Anak-anak Rembulan, Sujatrini. Hasil karya kakak sendiri dan pertama kalinya ngedit naskah mentah, ternyata bikin ketagihan kerjaan ini yak. Hehehe.
  24. Serial Fengshui Detective, Nury Vittachi. Kayaknya ini novel terjemahan yang pertama kali kuedit di Bentang dulu. Ga nyangka bisa ketemuan ama penulisnya tahun lalu di Ubud Writers Readers Festival *terharu*. Eh jadi ingat, fotonya di mana ya?
  25. Laskar Pelangi, Andrea Hirata. Bangga bisa naro nama di buku fenomenal ini. Dulu mengkhayal mo bikin skenarionya, wakakaka. Eh ternyata difilemin beneran. What a dream come true. Nyesel deh ga bikin beneran hihi kan kali aja Miles mo make skenario saya waktu itu, ya gaaa?
Wah sembari nulis dan mengingat, saya terpikir untuk membuat list to do terkait. Misalnya, nonton adaptasinya novel lima sekawan dan agatha christie yuuk. *nyari website gratisannya*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s