Daffa dan MPASInya

Anak gemuk tak berarti gampang makan.

Demikian yang terjadi pada Daffa. Dengan berat lahir 4,2 kg dan kenaikan per bulan hampir selalu 1 kg, saya kaget juga saat persis di bulan ke-6 kenaikannya malah hanya 180gram dari bulan ke-5. Wah, mudah-mudahan sih karena memang sudah waktunya makan.

Pengalaman dengan Rafa dulu, makannya sangat mudah. Lahap. Hampir tidak pernah menolak bahan makanan apa pun. Kali ini dengan Daffa berbeda. Mungkin karena terpecah metodenya dengan kepingin cobain BLW tapi ternyata ga sukses—lebih karena faktor saya malas menungguinya mainan makanan dan malas membersihkan hasilnya yang pasti bikin lantai dan kursi makan (saat ini pakai stroller) lengket—bisa dibilang menyebabkan pola makan Daffa lebih tidak teratur dan agak sulit. Atau memang tipe anaknya saja yang beda ya? Bisa juga. Atau karena bertepatan dengan Daffa tumbuh gigi? Jadi rasanya lebih suka dia kunyah-kunyah sesuatu yang keras dibanding disuapin.

Awalnya dicobakan BLW, dengan baby zucchini. Sukses diisap beberapa kali. Habis itu buang. Besokannya dicobakan metode biasa, yakni bubur tepung beras merah. Lumayan mau. Saat diberi makan oleh pengasuhnya sih memang laporannya macam-macam, “Adek ga suka A, Adek lahap makan B, dll.” Namun itu tak pernah sama, misalnya hari ini lahap makan labu kuning, besok tutup mulut. Atau sebaliknya.

Saat weekend dan memberi makan langsung malah lebih kacau. Kayaknya kok tutup mulut terus ya. Bisanya malah a la BLW alias finger food lagi dengan sepotong apel mentah. Atau selembar daun kol mentah. Sukses dikeruwesin, diemut, digerigitin. Hmmm … sementara sisanya dia hanya mau tutup mulut. Akhirnya dikasi ASI saja. Main gampang saja nih Mamanya. Apalagi kalau bepergian. Walaaah lupa waktu makan kapaan, jadinya disusui sajalah hihihi. Padahal kalau Rafa dulu tiap bepergian pasti prepare banget segala sesuatunya yang terkait makanan.

Sekarang bikin menu jadi pusing. Terlalu banyak referensi. Bubur saring sajakah? Tetap finger food kah? Slow cooker kah? Blender kah? Bagaimana dengan nasi tim? Walah kalau banyak kepinginan gini malah jadi kacau. Saat Rafa dulu sih sangat terprogram. Kalau Daffa, program kacau, hihihi.

Kalau bisa dibandingkan peralatan tempurnya, saat Rafa dulu adalah: baby food processor, panci kaca bertutup, kukusan besar, baby cubes, feeding set pigeon, magmag trainer pigeon, wean machine, perasan jeruk. Sementara andalan saat Daffa sekarang: baby food processor, hand blender, panci enamel bergagang panjang, baby cubes, feeding set pigeon, saringan stainless steel, perasan jeruk. Ceritanya tentu saja banyak ingin mencoba yang dulu gak pernah dicobain, hehehe. Yang masih penasaran tinggal grinder manual itu tuh. *dasar!*

Alhasil tabel MPASI Daffa pun diupdate harian, bisa berubah-ubah sesuai mood bikin hari itu. Weekend waktunya belanja beberapa bahan makanan plus waktunya mencoba-coba sesuka hati. Gawat ya? Proyek dalam waktu dekat adalah ingin coba bikin teething biscuit sendiri. Hihihi, oven tangkring udah ada, loyang udah beli,  tunggu apa lagi? Resepnya, tentu saja! Jadi, mari kita browsing. Hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s