Kapan Anak Bicara?

16 Feb 2011

Sampai usia dua tahun Rafa belum bisa dibilang bisa bicara lancar. Sebenarnya dia sudah pandai menirukan bunyi, misalnya sirine, atau kata yang seperti bunyi-bunyian. Hanya saja untuk benar-benar merangkai kata lalu kalimat, masih belum. Dua tahun sih dibilang-bilang sebagai usia yang krusial bagi seorang anak untuk mulai bicara. Jika sampai tiga tahun masih belum bisa kalau tak salah itu disebut sebagai speech delay yang harus diterapi untuk memulihkannya.

Rafa jika diminta menirukan kata seringkali hanya akan menyebut satu suku kata paling belakang dari kata itu, misanya yang sudah sering dia ucapkan adalah “u” untuk “mau”, “tu” untuk “pintu” dan “sepatu”, “ku” untuk “thank you”, dan “pu” untuk “lampu”.

Sementara kata-kata yang sudah bisa diucapkannya dalam dua suku kata adalah buka, cucu (susu), kuah (kue, gula, atau kuah), kakak, cuci, bapak, papa (Rafa), dan buah (jus atau buah). Ada pula di antara kelompok yang ini merupakan kata yang dia karang sendiri untuk menggantikan sebutan Ayah (a’a), Mama (didi), dan Oma (upa). Jadilah panggilan orangtuanya aneh terdengar. Kadang dikira orang kami sengaja. Dari bahasa mana tuh? Hwehehehe. Dari bahasa Rafa aja padahal. Sisanya, Rafa masih tetap asyik berkomunikasi dan bercanda lewat bahasa isyarat. Wah padahal teori bilang semakin si anak bisa menguasai bahasa isyarat, semakin dia pandai bicara, gawat nih terancam gak terbukti teori itu. Hehehe walaupun sebenarnya tak terbayang kalau tak bisa bahasa isyarat seberapa stressnya seorang anak kayak Rafa karena nggak bisa mengungkapkan isi benaknya ya?

Sekarang usianya sudah mendekati tiga tahun. Belum ada dua belas bulan genap tapi perkembangannya luar biasa dahsyat. Ternyata tak sia-sia sekadar menunggu sembari terus mengajaknya ngobrol. Sekarang dia cerewetnya minta ampun. Logikanya sudah berjalan, menentukan sekuens atau urutan pun sudah mulai bisa. Hanya masih cadel untuk beberapa konsonan. Dan ternyata memang banyak sekali ya yang ada di kepalanya hehehe. Untung dia sudah bisa bicara. Mungkinkah jadinya teori soal bahasa isyarat itu benar? Hehehe.

soehind
soehind menulis on Feb 23
woah iya dari lahir, tengkurep, duduk, sampai jalan dan ngomong itu rafa selalu hampirr melanggar batas maksimum. hahaha. kalo skr terrible two-nya baru mulai wakakka. alhamdulillah d sini udah punya dokter langganan yang hampir ga pernah kasi obat sembarangan dan “label” gitu mbak. jadi ke dokter buat imunisasi sama kalo pas sakit ya buat check up ajah. pernah rafa sama dokter A dibilang gagal tumbuh *huh! bikin mewek ajah*, tapi sama dia nggak. itu tnyata karena alerginya ajah dan skr udah biasa lagi hehehehe

kalahujan
kalahujan menulis on Feb 23
kaka dulu juga gitu…lama ga ngomong-ngomong, bahkan cenderung diem, ga pake isyarat juga, tapi begitu ngomong di usia dua tahunan ya ampuuuuun langsung lancarrrr..sekarang yang masih dag-dig-dug nungguin bara bisa jalan…batas maksimumnya sebenarnya 18 bulan, dan kayaknya bakal kelewat soalnya sampai sekarang tetah pun belum tegak, tapi berhubung selalu ada perkembangan walau lambat, aku males ke dokter hanya untuk mendapat label-label yang ga mengenakkan…

hpmelati
hpmelati menulis on Feb 18
kalo gw siy yg penting stimulus dan gw sgt mdukung mengajak anak mbaca bs mrangsang kmampuan verbalnya.skrg sk gemes aj liat dy ngomong n nyanyi sendiri.adeknya mulai cerewet jg niy..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s