Rafa, Alergi, dan Kue

16 Feb 2012
Sejak Rafa divonis alergi, sebagai orangtua—biasa deeh—aku dan Fian memang sering khawatir berlebihan. Misalnya, khawatir jika dia tidak diberi cukup camilan maka hidupnya akan menderita, hehehe. Dan payahnya, kalau ditelusuri seluruh isi lorong “makanan ringan” di supermarket, hampir tak ada camilan yang tak mencantumkan susu, mentega, margarin, atau telur dalam komposisinya. Akhirnya aku jadi mencari-cari camilan yang tepat buat Rafa. Niatnya sih sekaligus jaga-jaga misalnya dia sedang bepergian dan tak boleh mencicipi makanan orang di sekitarnya, akan lebih baik kalau kami membawa camilan sendiri. Juga karena anak kecil suka mendadak bete kalau bepergian, camilan terkadang benar-benar bisa menjadi “penyelamat suasana”.
Akhirnya setelah survey dan mengunjungi sebanyak mungkin supermarket yang ada di Jakarta ini, untuk biskuit, pilihan jatuh pada merek-merek Orgran. Lumayan variatif sih dan rasanya pun enak. Tampilannya tak kalah menggiurkan dengan biskuit biasa. Ada rasa cokelat, ada rasa vanila, ada juga Quinoa yang bisa dimakan sebagai sereal. Untuk kue basah, ada kue mangkuk dan kue lapis yang bisa Rafa santap. Untuk keripik, ada satu merek (sayang aku lupa catat, tapi ingat setiap kali melihat tampilannya) yang terbuat dari kentang, bentuknya imut dan tidak mengandung MSG (hanya kentang, minyak, dan garam). Untuk lainnya, kismis yang tersaji dalam kotak-kotak kecil juga bisa jadi camilan menyenangkan. Lalu, ada kue gambang Radesha. Komposisi di bungkusnya sih hanya terigu, santan, gula merah, dan wijen. Padahal kalau kue gambang yang dijual di toko roti dengan resep asli, pasti pakai telur dan mentega. Mudah-mudahan saja komposisi itu benar yak hehehe.
Lalu, ada lagi bakpau-mini beku yang siap saji. Tinggal dikukus, hmm enak deh. Kalau biskuit homemade belum sempat percobaan lagi nih, tapi kalo yang lain seperti agar-agar, bubur mutiara, bubur sumsum, memang sering dibuat dan ga pernah gagal bikin Rafa nagih, hehehe.
Semua yang kusebutkan itu adalah yang biasanya Rafa suka. Memang kalau dicari-cari ternyata ada aja ya yang aman dikonsumsi. Misalnya ada sejenis biskuit/kraker bernama Table Water (yang aku tahu mereknya Carr’s), yang isinya hanya terigu, garam, dan minyak. Rasanya mirip kue kabin zaman dulu. Lalu, sebagian besar kue tradisional itu biasanya (kalau asli) aman juga, seperti onde-onde dan lemper ayam. Es krim tradisional yang memakai santan pun enak. Kalau di tukang es krim di mall ya carinya shorbet karena tanpa susu. Ada pula keripik kentang (sayang mereknya aku lupa dan sekarang sudah ga ada di tempat biasanya kubeli) yang mungil2 dan tanpa MSG. Intinya sih kudu kreatif ya kalau jadi ibu2 hehehe.
Kalau sekarang, di usia hampir tiga tahun, kuperhatikan reaksi alerginya tidak separah dulu. Misalnya sudah bisa makan yoghurt kayak Sour Sally dan es krim susu dalam porsi kecil (cocok banget dengan walls mini cornetto asal bukan yang ada kacangnya). Sudah bisa makan kue pada umumnya. Meski begitu tetap waspada terhadap kacang. Atau kalau kecolongan, ada aja tipe kue yang bisa bikin dia gatal hebat. Misalnya brokus Amanda. Atau ujug-ujug dapat dadar pisang isi cokelat yang bikin sekitar mulutnya biduran mendadak–padahal ga kerasa tuh kacangnya. Hehehe ya sudah biar Mamanya saja yang makan deh hihihi. Yah mudah-mudahan seiring waktu bisa hilang semua alerginya. Biar dia bisa makan sate bumbu kacang dan gado-gado. Hihihi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s