Rafa Loves …

21 Des 2010

Mobil! Bisa dibilang maniak, bahkan. Khususnya terhadap bagian yang namanya BAN dan KUNCI. Pengenalannya sama aja sih sama mainan lainnya, ada boneka, buku, alat musik, tapi entah kenapa benda yang satu ini ga ada matinya. Hehe, Rafa ga pernah bosan dan melewatkan kesempatan main setir dan klakson (dan wiper, dan lampu … fiuuuh).

Mango alias mangga. Khususnya yang jenis harum-manis masak-pohon. Teksturnya yang lembut, rasanya yang manis-segar, membuat mangga jadi buah favorit Rafa nomor satu.

Kue tradisional. Sebut saja, kue gambang, dodol, wingko, kue mangkok, dan lain-lain yang kira-kira hanya terbuat dari tepung (beras, beras ketan, terigu), gula, dan santan. Maklum, sejak divonis alergi ini itu, cake, roti, es krim, dan yoghurt ga bisa lagi jadi “treats” buat Rafa. So kudu kreatif cari panganan. Lucunya malah banyak juga kue tradisional yang udah ga terlalu asli karena tambahan susu, keju, mentega, hehe jadi harus hati-hati juga.

Jus buah. Campur sayur juga oke. Ngejus sendiri atau beli jus kemasan yang kira-kira minimal tambahan bahan lainnya, bergantian dicoba. Yang namanya buavita mini (khususnya mangga dan jambu versi kemasan lama—karena kemasan baru bahan-bahannya sudah beda.), dia pasti ga bisa nolak.

Agar-agar. Campur buah, campur santan, letakkan di cetakan gelas. Wah, maunya pasti buka kulkas melulu buat ngambil makanan ini.

Sayur bening. Boleh bayam biasa, bayam merah, wortel, bahkan pakchoy, yang penting bumbunya hanya bawang merah dan gula merah. Bisa tambah kencur sedikit. Pasti doyan deh makan nasinya.

(pura-pura) Ngupil dan ngetekin. ^o^ Oke, seharusnya ini ga boleh dibiarkan ya. Tapi ga tahan aja ga ketawa kalo liat kelakuannya ini (hati-hati aja kalo dah mulai sekolah hihihihihi).

Ngelucu. Entah apa aja deh banyolannya (padahal masih pake gerakan tangan dan sekadar uuh-uuuh-uuh), kalo kita ngakak senengnya minta ampun. Lha jadi ingat buku yang baru kubaca, George Brown Class Clown, hihihi yang senang sekali kalo bisa bikin ketawa teman2 sekelasnya. Entah deh hobinya ini bertahan sampe gede ga hihihi.

Nah, kurang lebih itulah yang disukai Rafa di usianya yang menjelang 22 bulan ini. Berkat dietnya dari berbagai jenis alergen, kulit Rafa sekarang jadi lebih mulus sekaligus badannya jadi lebih kurus (hiks). Tapi emang susah menghindar 100%, belum lagi ada banyak yang harus terus dia coba untuk melihat reaksinya. Jadilah andalannya sesendok Ryzen. Kalau sudah mulai garuk sana garuk sini. Duh, mudah2an ntar kalo dah gedean semakin menghilang reaksi alerginya itu. Kemampuan motorik kayaknya oke-oke aja dan aktif banget. Tapi ngomongnya yang belum kedengeran. Aku masih berharap ujug2 dia mengucapkan kalimat lengkap hihihihi, tapi kapan yaaa? Takut juga kalo dah melewati usia 24 bulan tapi belum bisa ngomong. Kudu terapi deh bisa-bisa. Tapi ya so far masih statusnya wait and see. Secara tu anak emang hobinya serbamepet. Lahir ngepas deadline, berjalan pun demikian, hehe jadi mudah-mudahan ngomong juga. Amin!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s