Sebulan Back to Work

11 April 2012

Apa kabar ASIP hari ini? Hehehe, pertanyaan ini merupakan sindiran telak bagi para working moms. Yup, karena biasanya setelah sebulan bekerja, stok ASIP beku di freezer mulai menipis, si adek minum jauh lebih banyak daripada yang kita perah di kantor, dan perasaan putus asa—bisa ga yaaa terus kejar tayang gini sampe 6 bulan atau bahkan 1 tahun nanti?—mulai sering menghampiri.

Sebenarnya tulisan ini lebih dimaksudkan untuk menyemangati diri sendiri dibandingkan gegayaanngasi tip buat para working moms lain. Karena ya itu tadi yang saya sebutkan memang terjadi.Freezer yang lumayan penuh saat awal ngantor, yang membuat ibu agak lega, bagi si bayi, tampaknya memang tantangan untuk segera dihabiskan wekekek. Dan biasanya si bayi yang menang. Entah growth spurt entah memang lapar berat.

Daffa sempat bikin tenang sekaligus khawatir di dua minggu pertama saya bekerja. Karena total minumnya hanya 80-120ml sehari sementara saya menghasilkan 150-200ml di kantor. Yippee, ga bakal kekurangan stok. Tapi di sisi lain agak worry, weleh kok anakku minumnya dikit buanget. Kayaknya perutnya tambah kempes neh. Kayaknya dia kurusan yak. Wekeke dasar emak-emak. Biar ga khawatir, kenaikan berat badannya dua minggu pertama itu saya pantau. Ternyata ga turun kok, tetep nambah gitu gramnya. Ya sudah, hati pun tenang. Jreng jreng, dua minggu berikutnya terjadilah perubahan signifikan. Mungkin Daffa ga mau bikin ibunya khawatir lagi dengan meningkatkan selera minumnya. Atau sebenarnya dia cuma ngerjain saya: Huehehe Mama kemarin aku kan baru pemanasan gitu loh. Dan sudahbeberapa hari ini ternyata yang dia minum lebih dari yang saya hasilkan. Woah.

Plus ,cobaan memang tak pandang bulu. Saya sempat terserang flu berat. Sampai terpaksa ga ngantor 3 hari. ASIP pun seret karena demam menguapkan air di dalam tubuh. Plus abis itu ibu saya yang sakit, sampai harus menginap di RS, saya pun cuti lagi karena harus jaga dua anak. Jadi selagi pemulihan, banyak pikiran pula. Dan yang satu ini sifatnya psikologis tapi sama-sama sukses bikin ASIP seret. Alhasil setelah mulai sembuh dan mulai tenang karena ibu juga sudah sembuh, memerah ASI jadi seperti dimulai dari pertama lagi.

Tapiii, jangan khawatir dulu. ASI itu sesuatu yang bisa diprogram. Buktinya ya itu, bisa menurun kalau jarang diperah, tapi pelan-pelan juga bisa ditingkatkan produksinya kalau sering diperah. ASIP bisa menurun kalau demam, tapi juga bisa naik sehabis ditraktir makan enak. Hihihi. Meski belum menyamai produksi sebelum sakit, tetapi sekarang tetap ada peningkatan berarti setiap kali memerah di kantor ataupun di rumah. Targetnya, bisa terus kejar tayang dan menghasilkan surplus untuk didonorkan. Yup, soalnya ada misi khusus pengen bikin anak orang genduut (abis biasanya cuma bisa bikin anak orang nangis! hihihih).

Nah berikut ini sekadar beberapa tip untuk para working-breastfeeding moms:

  1. Pantau kenaikan BB anak dua minggu pertama bekerja.
  2. Catat detail ASIP yang diminum (jam, jumlah ml) plus yang kita hasilkan. Bandingkan hasil harian dan selalu bertekad kuat untuk bisa mengejar ketertinggalan.
  3. Tetap memerah saat di rumah. Bisa sambil menyusui bisa setelah menyusui. Bisa tengah malam, bisa dini hari saat si adek tidur.
  4. Rajin memerah saat weekend.
  5. Kalau perlu dan kalau bisa, tambah jam perah di kantor, misal biasanya 2 kali sehari jadi 3 atau 4 kali sehari.
  6. Saat terserang demam, minum minimal 3 liter air setiap hari. Bisa juga sebagian diganti minuman isotonik (tapi hati-hati, sifatnya cukup asam buat lambung) dan atau air kelapa muda (tanpa gula dan es lho yaa!).
  7. Be happy please. Sesekali minta traktir sodara (kalo sama temen kan ga enak wakaka). Sesekali menikmati makanan enak (kalbi dan sop rumput laut korea, konro bakar, nyaam!). Sesekali nonton di bioskop (maunyaaa saya ini maah yang belom kesampean hihih).
  8. Saat meninggalkan si adek di rumah buat keperluan apa pun, selalu bawa perlengkapan perah yaaa. Ga boleh membiarkan 2 jam berlalu tanpa ada kegiatan memerah!
  9. Makan santapan harian yang enak dan bergizi, minum suplemen yang juga enak dan bergizi. Meski efektivitas suplemen dalam meningkatkan produksi ASI masih diperdebatkan,  kayaknya ga akan rugi kalau kita sembari meningkatkan kadar alkali tubuh dengan minum klorofil, menambah stamina dengan menenggak sesendok sari kurma, atau menambah imunitas degan minum vitamin seperti kaplet sari katuk yang ada tambahan vitamin B-nya, atau apa pun tablet multivitamin lainnya. Karena beberapa vitamin dan zat gizi lain dalam ASI memang bisanya diperoleh dari suplemen, lho, alias ga semua serta merta ada di tubuh Ibu.
  10. Jaga kesehatan. Pakai masker kalau naik kereta api komuter, pakai payung kalau hujan, ga jajan sembarangan, tidur cukup, ngemil cukup, duit cukup (ehm). Kalau sakit tetap menghampiri ya diterima saja deh dengan ikhlas dan pasrah (tapi tetep ke dokter loh ya sambil bilang: Saya menyusui dok, ini obatnya aman kan?).

Well then, happy breastfeeding, ya Moms! Cemungudh! Kalau kata anak muda zaman sekarang. Wekeke.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s