Serius Ngedit

23 Des 2009

Postingan keren dari salah satu editor dan penulis senior ini: Melvi Yendra, bikin saya jadi ingat beberapa naskah lokal yang pernah “jungkir balik” saya sunting (haha maksudnya ngeditnya seriusss banget gitu loh)…

Anak-anak Rembulan, novel, karya Sujatrini Liza–debutanku niiih, hehe karya kakak sendiri!

Totem, novel, karya Dudi Jayadikarta–satir, sinis, tapi keren!

Pangeran Kegelapan dan Putri Mimpi, antologi cerpen, karya Anton Septian–saaangat asyik dibaca! Kapan ya Anton bikin novel? Pasti asyik.

Kafe, novel, karya Christina Happyninatyas–sederhana tapi penuh pertanyaan filosofis.

Laskar Pelangi, novel, karya Andrea Hirata–bikin ketawa, bikin nangis, bikin lembur, bikin mimpi andai buku ini difilmkan…eeeeh beneran toh kejadian!

Tuntun Aku Kembali ke Jalan-Mu, novel, karya Diana Caroline–ciri khasnya: Islami tapi nyerempet “dunia lain”, hihihi.

The Four Fingered Pianist, sketsa-sketsa semimemoar, karya Kurnia Effendi–indah sekali tulisan Mas Kef, hiks sayang Hee Ah Lee bukan orang Indonesia yang bisa diwawancara intensif ya!

Waks ternyata cuma dikit yaaa??? Hiks hiks hehe..

Selebihnya novel dan memoar terjemahan, deh. Oiya jadi inget juga debut terjemahan buku bahasa Inggris saya yang entah sekarang sudah terbit atau belum adalah buku mengenai Senam/Metode Lamaze untuk Ibu Hamil… halaah! Penerbitnya alinea atau alenia gitu deh di Yogya… Itu pun nerjemahinnya berdua ama temenku Elvien!

Ah berkat postingan Mas Melvi jadi mengingat2 zaman baheula hahaha (berasa tua niih).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s