Toilet Training Rafa

24 November 2011

Wehehe judulnya keren tapi pada praktiknya alhamdulillah tidak segitu khususnya. Entah karena anak cowok yang katanya memang lebih mudah ditoilet training, atau karena sedang beruntung saja.

Sejarah pemakaian popoknya Rafa dimulai dari popok kain tali. Dua sampai tiga bulan pertama benar-benar mengandalkan benda itu, sampai persediaan bedong dan alas ompol dan popok tali memang jadi sekitar satu sampai dua lusin. Pospak newborn dipakai kalau bepergian, terkadang kalau tidur malam.  Pernah sekali saat dia pup tidak ketahuan dan agak mengering di pospaknya, nah ternyata kulitnya sensitif dan langsung merah, beruntusan. Warning sign deh, selebihnya jadi hati-hati banget. Kalaupun pake pospak harus dicek terus dan tidak sampai lebih dari 4 jam pemakaian (kecuali malam, kadang bablas juga sampai 8 jam wekekeke). Popok tali yang paling aku suka itu yang terbuat dari bahan handuk dan panjangnya lebih di atas popok tali yang biasanya. Sayang ga tau mereknya apaan. Tapi jenis kain handuk ini mudaaah banget dihilangkan noda dan kotorannya. Cepat kering pula dan sepertinya empuk-nyaman-breathable banget.

Setelah popok tali ga muat lagi dan pup-pipis jadi lebih jarang, Rafa memakai celana pop dan celana panjang saja biasa. Sehari dipakaikan pospak beberapa kali dengan jarak buka-pakai minimal 30 menit. Supaya kulitnya tetap bisa bernapas. Pospak yang bagus itu bisa menampung banyak dan tetap kering permukaannya, dan setelah mencoba beberapa merek, pilihan jatuh pada Huggies (khususnya yang Ultra). Pernah coba dipipisin langsung ternyata langsung terserap tanpa jeda jadi ga ada cipratan balik ke kulit bayi. Kelemahannya hanya pada tampilan yang lebih kaku dan bulky dibanding pospak lain. Kadang dapat bad product juga misalnya perekat ga lengkap, tapi jarang sekali sih.

Nah ini memang sebulan bisa beli 2-3 bungkus besar pospak. Sekitar 150an pospak. Sebungkus besar harganya bisa 100an ribu. Jadi dihitung-hitung jika setahun penuh (12 bulan) bisa habis minimal 24 bungkus=Rp2,4 juta. Hehehe gileee banyak juga ya. Pernah coba yang versi ekonomis tapi ya sama saja karena harus diganti lebih sering dan malah beberapa merek lain kadang suka brudul atau terlalu ketat bagian karet pinggang atau pahanya (sampai timbul bekas merah di paha atau perut).

Lupa persisnya kapan, tapi perlahan pemakaian pospak dikurangi dan Rafa mulai diajari pipis/ditatur. Suka-suka saja sih tetapi di atas usia 2 tahun, setelah Rafa bisa jalan sendiri dengan stabil dan bicara beberapa kata, dia mulai protes jika pakai pospak. Saat itu di malam hari memang dia sudah tidak ngompol sama sekali.

Akhirnya, usia 2,5 tahun, dia sama sekali gamau pakai pospak *kecuali sekali saat kebelet pup dan ga ada toilet hehehe, itu pun dia tampak udah sangat ga nyaman tapi terpaksa hehe*. Dia sekarang belum genap 3 tahun tapi udah bisa ke kamar mandi buat pipis sendiri, meski masih berantakan. Setiap kali mau pup pun sudah bisa bilang. J Bangganya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s