It’s Almost a Year

Wah ga terasa sudah hampir setahun usia Daffa.

Soal makan, anak yang satu ini meski gembil banget pipi dan pahanya, tapi selera makannya ga bisa ditebak. Yang disukai di suatu hari belum tentu mau dimakannya di hari lain. Tapi yang jelas sekarang dia menghindari makanan-makanan yang terlalu lembek dan cair. Dia sudah bisa makan nasi, spaghetti, soun, oatmeal, dan biskuit bayi bentuk puff kecil-kecil itu. Hari ini ada kemajuan, dia bisa mengambil biskuit tersebut dan memasukkannya ke dalam mulut. Lama kelamaan makin ahli dan presisi. Makin cepat. Wah sampe mamanya ini heran, nafsu banget sih dia. Hihihi. Di mulut belum habis, mau dimakannya satu lagi. Ck ck ck. Sebentar lagi akan dicoba dengan sendok garpu sendiri. Belajar makan. Yeay. Maklum, soalnya program Baby Led Weaning wannabe-nya gagal total. Bener-bener gak tahaaan ngeberesin lengket di sana sini, huu huuu. Dasar mama malas yaa!

Tentang ASI, saat ini aku hanya memerah satu dua kali sehari. Konsumsi Daffa saat ditinggal ke kantor sekitar 150-250ml saja. Minum air putih dia suka, setiap habis makan dan setiap kali melihat kakaknya, Rafa, minum air juga. Hehehe. Perjuangan masih panjang. Untuk genap dua tahun ASI, masih ada setahun lagi.

Perkembangan motoriknya, Daffa sudah bisa berdiri beberapa detik tanpa pegangan. Merangkaknya sudah lancar. Naik turun tempat rendah juga lumayan bisa. Bersuara masih gak jelas. Tapi kadang sudah seolah-olah memanggil Mamma dan A(y)ah … hehehe. Kalau diisengin sama kakaknya, dia akan membalas dengan memukul menggunakan telapak tangan. Hadeuh. Tidur malamnya sayang masih belum panjang. Tetap bersuara sekitar 7 kali entah untuk menyusu atau hanya sekadar ditenangkan.

Kalau cloth diaper alias clodi, sampai sekarang aku bertahan hanya dengan mengoleksi sekitar 10 buah. Gak termasuk 5 versi newborn yang hanya bisa dipakai sebentar. Yang merek GG sudah melar (atau putus ya?) karet-karet pahanya. Yang cukup kuat adalah merek enphilia. Awet. Tapi bahannya masih lebih lentur dan halus GG. Dan, terakhir aku suka GG T dipe karena modelnya yang berkaret pinggang dan memakai snap. Jadi bagian atas popoknya tidak melipat dan menggesek perut seperti yang terjadi pada clodi berperekat velcro. Sudah beberapa bulan lalu berhenti membeli clodi karena frekuensi pipisnya sudah tidak sesering dulu. Hanya saja sekarang dua kali pipis sudah akan menyebabkan clodi pesing dan harus diganti. Yah, lumayan banget dengan adanya popok kain modern ini. Terbayang berapa sampah yang bisa dikurangi. Sayangnya aku belum beralih 100% karena masih sedia pospak untuk bepergian. Kalau bisa pasti lebih yahud lagi ya. Oh ya tapi setidaknya sekarang aku mau coba yang namanya reusable menstrual pad. Hohoho. Merek GG menjadi percobaan perdana. Hasilnya? Bulan depan kali yaaa …

Well then thats the update for now, karena lagi kangen curhat di blog.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s