ASI untuk Anak 1 Tahun

Anak bungsuku sekarang berusia 14 bulan. Yep, 1 tahun lebih 2 bulan. Alhamdulillah ASI masih dilanjutkan, setidaknya sudah memecahkan rekor anak sulung yang hanya  bisa 1 tahun menyusu langsung. Mungkin setiap anak berbeda, namun kurasa kunci utamanya adalah, selain penggunaan cup atau sendok saat memberi ASI perah, usahakan tidak meninggalkan anak lebih dari 24 jam. 

Jadwal memerah di kantor masih dua kali yakni pagi dan sore hari. Jadwal menyusui kurang lebih juga masih sama, yakni pagi sebelum berangkat, kadang siang saat jam istirahat, dan malam saat pulang kerja. Oiya ditambah sepanjang malam juga masih, memang. Mungkin jumlah cc-nya yang mulai berkurang. Dulu sekali perah bisa mendapatkan 150ml atau bahkan lebih, sekarang 50ml saja sudah alhamdulillah. Kadang masih mencapai 100ml tapi sangat jarang. 

Tantangan utama menyusui anak usia 1 tahun menurutku adalah, giginya. Yep, sebelum kejadian lebih baik siapkan diri dengan perbekalan khusus yakni nipple cream, karena gesekan giginya atau terkadang gigitannya *ouch!* bisa dipastikan akan membuat puting lama kelamaan menjadi lecet atau bahkan luka. Boleh pilih yang dari lanolin seperti merek Medela Purelan atau Lansinoh atau Gold Cream. Bisa juga yang nonlanolin seperti Earth Mama Angel Baby. Semuanya tidak perlu dibersihkan sebelum menyusui. 

Oleskan secara teratur setiap sehabis menyusui. Jika sudah terjadi lecet sehingga pegal atau perih, pertama-tama kita harus sabar. Karena keinginan menyerah sering sekali datang saat ini. Jika memang berniat menyusui sampai 2 tahun, maka niat itu harus sering diingat-ingat. Jika lukanya cukup parah, istirahatkan salah satu selama 24 jam (diperah tangan saja tanpa menyusu langsung). Bisa juga memakai krim lain yang sifatnya lebih ke pengobatan, namun sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter, dan jangan lupa membersihkannya setiap mau menyusui.Kalau menggunakan krim yang edible tadi, prosesnya memang lebih lama, bisa berlangsung 2 mingguan, lho. Sampai perlahan sakitnya mereda *atau karena sudah kebal?* hehehe.

Oiya saat anak menggigit, cara ekstrem seperti memencet hidungnya terkadang berhasil, tapi ada yang menganggapnya terlalu “kejam”. Cara yang lebih halus adalah menyelipkan jari kelingking ke ujung bibirnya dan berusaha melepaskan puting dari mulutnya. Namun, ibu-ibu, hati-hati ya karena risikonya, kelingking itulah yang kemudian digigit kuat-kuat. Hiks. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s