Hari Buku Sedunia: Apa Sejarah Bukumu?

Mengingat masa kecilku, tampaknya kecintaan pada buku menurun dari ibu dan menular dari kakak. Ibu mengaku suka sekali melahap seri-seri Kho Ping Ho dan menghabiskan novel-novel drama romantis yang membuatnya berurai air mata. Sementara kakak semata wayangku, selalu saja membawa entah dari mana setumpuk komik seperti Nina, Donal Bebek, serta buku petualangan Lima Sekawan. Akhirnya berebut komik pun menjadi adegan sehari-hari. Terkadang memakai cara mengendap-ngendap dan menyelinap mencomot komik-komik itu saat dia tidur siang.

Kegiatan yang sangat sering dilakukan bersama Ibu dan Kakak juga adalah membeli buku, baik komik wayang R.A. Kosasih, buku cerita rakyat, maupun Majalah Bobo. Mampir di perpustakaan sekolahku di Bogor juga wajib hukumnya. Kebiasaan terakhir ini bahkan terbawa saat aku kuliah melanjutkan SD dan SMP nun jauh di Biak, Papua. Di jalan raya menuju sekolahku, ada sebuah perpustakaan daerah kecil yang senantiasa sepi. Di sanalah kutemukan oasis berupa rak-rak penuh buku. Sepulang sekolah, aku pasti mampir untuk meminjam atau mengembalikan buku. Sampai kenal baik dengan pegawainya yang tampaknya sangat terharu dengan kunjungan rutinku di sana. Di sanalah aku terbuai kisah-kisah Winnetou dan Old Shatterhand karya Karl May yang masih berejaan lama dengan kertas berbau debu, tulisan Pearl S. Buck yang memukau di Bumi yang Subur (The Good Earth), tertawa dan menangis karena komik jepang Miss Modern karya Kyoko Hikawa.

Di Biak, kota panas di pulau yang mengambang di teluk Cendrawasih itu juga, ada sebuah toko buku kecil yang menyimpan harta karun. Aku dan kakakku kegirangan saat menemukan komik-komik langka seperti Trio Wiluka dan Papyrus, yang membawaku berpetualang ke dunia lain. Pernah seorang sahabat di sana menawarkan membelikanku buku sebagai hadiah ulang tahun, kami pun pergi ke toko buku dan aku memilih untuk membeli koleksi Agatha Christie pertamaku, Misteri Sittaford (The Sittaford Mystery) karena itulah buku Agatha Christie paling tebal yang kutemukan di sana. Sejak saat itu mulailah aku mengoleksi juga Trio Detektif dan buku-buku sejenis lainnya.

Sampai masa ketika SMA di Yogya, aku keranjingan komik jepang. Dunia Mimpi dan Topeng Kaca, benar-benar membangkitkan imajinasi yang indah. Bersama teman-teman satu kost, kami patungan menyewa komik, 5-10 buku sekaligus, lalu mengeram seharian di kamar salah satu dan bergiliran membacanya. Jadi, kesimpulannya, remaja yang mencintai buku tampaknya akan lebih berpotensi melakukan kegiatan yang tak akan membuat orangtua khawatir, meski kost jauh dari rumah. Hehehe.

Lalu saat kuliah, seorang tante memberi hadiah ulang tahun buku nonfiksi pertamaku, Dale Carnegie–Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain, yang seperti pencerahan bagiku untuk memahami orang di sekitarku. Aku juga masih mahasiswa saat tren The Alchemist karya Paulo Coelho, Supernova karya Dewi Lestari, Bumi Manusia karya Pramudya, dan Ca Bau Kan karya Remy Sylado menyerang dunia perbukuan. Memang tampaknya, dalam buku semua ilmu ada, dalam buku semua keajaiban terjadi. Padahal ia hanyalah kertas dan kata. Aku senantiasa dibawa takjub olehnya.

Akhirnya kelulusan tiba dan sepenggal iklan di koran Kompas itu pun mencuri perhatian. Lowongan editor yang salah satu syarat utamanya adalah cinta dunia buku. Well, what more could I ask? Dan itulah yang membuatku sampai sekarang ada di dunia penerbitan buku. Itu jugalah yang membuatku terlibat langsung dalam dapur penggodokan Laskar Pelangi, Sepatu Dahlan, dan masih banyak lainnya. Bisa mengenal penulis-penulis hebat, bisa membaca naskah mentah sebelum diproduksi, bisa menentukan buku asing mana yang asyik untuk diterjemahkan, bisa menerjemahkan ide isi buku ke dalam sebuah diskusi tentang kemasannya, sungguh pengalaman yang langka dan mencerahkan. Karena dalam buku, ada segalanya.

Happy World Book Day! Do remember and share your history on books with others …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s